Foto Buku Pernikahan – Ukuran, Warna Baju, Latar Belakang dan Jumlah Cetak

14 views

Foto buku pernikahan – ukuran, warna baju, latar belakang dan jumlah cetakan – Ketika seseorang ingin menikahi pasangannya, banyak hal penting yang harus disiapkan, seperti foto buku pernikahan. Ya, pencatatan nikah sangat penting dan wajib karena digunakan sebagai bukti publik tentang keturunan secara tertulis.

Akta nikah atau akta nikah dapat diperoleh dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat dengan beberapa dokumen. Semua dokumen yang dibawa ke KUA untuk mengisi formulir pencatatan nikah harus asli, sehingga data KK baru bisa tercatat tanpa kendala.

foto buku pernikahan

ID Beautynesia

Setiap dokumen yang disiapkan juga harus sesuai dengan peraturan Kementerian Agama Republik Indonesia. Oleh karena itu, persiapan untuk manufaktur tidak bisa dianggap remeh. Apalagi untuk foto-foto yang nantinya akan digunakan dalam buku pernikahan.

Pada dasarnya, foto pada akta nikah tidak dapat diganti jika pasangan tersebut telah menikah secara sah. Foto-foto itu akan selamanya menjadi bukti pasangan itu. Jadi, sampai hubungan berakhir atau akhir umurnya, buku tetap menggunakan foto.

Untuk fotografi buku pernikahan, calon suami istri sebaiknya memperhatikan beberapa ketentuan. Disebutkan, ukuran foto, warna pakaian yang digunakan dalam foto, latar belakang, dan jumlah foto yang harus dicetak KUA sebagai akta nikah.

Semua aturan pernikahan harus dipatuhi agar tidak melakukan kesalahan. Dokumen pernikahan, biaya pernikahan, dan tata cara pendaftaran pengantin baru harus dipersiapkan dengan matang.

Ukuran dan jumlah foto buku pernikahan

cermati.com

Untuk masalah pertama, Anda perlu memperhatikan ukuran foto yang akan Anda cetak nantinya. Dua jenis ukuran diperlukan untuk foto pernikahan. Ini untuk buku dan materi warga KUA. Baik pasangan, pria atau wanita, harus memiliki foto diri.

Foto-foto tersebut nantinya akan diserahkan ke KUA untuk diproses lebih lanjut. Bersamaan dengan akta yang tertulis dalam akta nikah, akta nikah pada dasarnya dibuat oleh KUA sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Jadi, Anda tinggal mengikuti proses yang ada mulai dari penyerahan data hingga prosesi pernikahan. Pengumpulan foto buku pernikahan dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada. Ukuran dan jumlah foto yang Anda butuhkan adalah sebagai berikut:

  1. Ukuran 2 x 3 terdiri dari 4 buah untuk calon pengantin. Setiap foto diberikan kepada KUA dalam format hard file dan soft file.
  2. Ukuran 4 x 6 adalah 1 buah untuk calon pengantin. Kedua foto ini digunakan untuk pendataan oleh petugas KUA.
Baca Juga :  Toko mainan terlengkap dan berkualitas di 9 Kabupaten Sleman!

Sebagai aturan, kedua jenis foto tersebut harus dibawa bersama dengan dokumen lainnya. Tentu saja, ada juga aturan pembuatan foto yang semuanya harus diperhatikan dalam hal dress code, backdrop foto, dandanan, dan penggunaan warna dress code.

Ketika semua ini dimaksimalkan selama proses pemotretan, Anda dapat membuat foto Anda menjadi lebih baik. Jika Anda benar-benar bisa menggunakan studio foto, cobalah untuk memaksimalkan hasil di sana. Karena studio foto memiliki banyak layanan untuk membantu Anda mendapatkan foto yang bagus.

peraturan warna latar belakang foto buku pernikahan

Agar foto Anda keluar dengan baik, ada ketentuan di KUA yang harus Anda perhatikan. Misalnya warna background atau latar belakang. Pada dasarnya, tidak semua warna bisa digunakan untuk membuat dokumen dalam format foto formal.

Setiap warna pasti memiliki aturannya masing-masing sesuai dengan aturannya. Sesuai dengan lampiran berkas keputusan Direktur Bimbingan Sosial Islam tahun 2018 model N2, dijelaskan bahwa warna latar belakang foto harus biru.

Warna tunduk pada ketentuan yang berlaku padanya. Tentu saja, warna tidak terbatas pada latar belakang. Ketentuan ini berlaku untuk foto buku nikah bagi calon pengantin yang ingin mendaftarkan datanya ke KUA.

Penggunaan warna biru juga bisa dicocokkan dengan dress code yang ingin digunakan nantinya. Seperti yang kita ketahui dress code atau gaun pengantin harus formal. Jika Anda menyesuaikan warna dan latar belakang pakaian, gambar akan terlihat lebih baik.

Peraturan mengenai penggunaan pakaian juga diatur dalam peraturan tertulis yang harus memiliki kerah pria dan harus formal. Review khusus sudah kami siapkan untuk yang masih bingung dengan dress code buku pernikahan atau pakaian di foto.

Dress code untuk foto buku pernikahan

Format foto yang menggunakan dress code atau busana harus selalu diutamakan. Hal ini terutama berlaku untuk persyaratan penting seperti dokumen pernikahan. Selain latar belakang, Anda juga harus memperhatikan penggunaan pakaian dan postur duduk yang benar saat mengambil gambar.

Ini diperlukan untuk membuat foto yang tampak cantik dan tahan lama. Akta nikah merupakan dokumen penting yang berlaku seumur hidup. Jadi foto harus dalam kondisi baik, bagus, sopan dan elegan.

Pengantin pria dapat mengenakan kemeja berkerah, dasi atau jas. Apa pun dapat diterima selama Anda tidak mengenakan t-shirt dan tidak memiliki kerah. Pengantin wanita dapat menggunakan jenis pakaian apa pun yang diinginkannya.

Hijab juga bisa digunakan untuk busana photobook wedding book pasangan wanita. Semua jenis pakaian dapat disesuaikan agar sesuai dengan penampilan yang dibuat sebaik mungkin. Namun, pakaian juga harus sopan dan formal agar terlihat serasi dengan pasangan.

Baca Juga :  NVIDIA GeForce SEKARANG APK 5.42.30557222 Brasil Unduh Gratis

Anda juga harus mempertimbangkan lokasi saat mengambil gambar. Misalnya, berdiri tegak dan melihat ke depan. Karena foto menggunakan versi 4 x 6 dan 2 x 3, hanya wajah hingga pinggang yang terlihat, jadi tidak diambil seluruh badan.

Pilih warna gaun untuk foto buku pernikahan

Foto-foto di buku pernikahan memiliki beberapa warna dress code yang cocok untuk digunakan. Beberapa warna terlihat bagus ketika ditempatkan di depan latar belakang biru. Warna-warna berikut dapat digunakan saat menggunakan busana formal atau dress code pada foto.

1. Putih

Penggunaan warna putih telah menjadi ciri khas fotografi resmi. Untuk buku pernikahan, aturan berpakaian putih juga cocok dengannya. Selain itu, warna putih ini terlihat berkelas jika dipadukan dengan warna biru.

2. Abu-abu

Bagi sebagian orang, abu-abu adalah warna yang eye-catching. Warna ini memiliki dampak yang besar jika dipasangkan dengan warna biru. Juga, jika Anda menggunakan dress code abu-abu, Anda berdua bisa terlihat elegan.

3. Hitam

Selain abu-abu, hitam juga memberikan kesan elegan dan bertenaga. Warna dress code ini sangat cocok untuk foto wedding book karena tidak memperburuk penampilan pengguna.

4. Merah Muda Lembut

Bagi yang sedang menjalin hubungan romantis, warna soft pink juga menjadi pilihan terbaik. Dengan kesan imut dan ramah, warna pink akan membuat kedua pasangan terlihat lebih dekat.

5. Mustard

Penggunaan warna mustard juga sering dilakukan oleh sebagian besar pasangan. Warna ini digunakan karena memberikan kesan hangat dan bersahabat. Padahal, warna mustard ini juga merupakan warna yang cocok sekali dengan warna biru yang ada.

6. Telanjang

Menggunakan warna nude juga tidak masalah karena sangat cocok dengan latar belakang biru. Warna ini mendekati krem ​​atau coklat muda untuk kesan ramah, menyenangkan dan menenangkan. Apakah Anda pria atau wanita, warna ini akan cocok untuk keduanya.

6 warna ini bisa jadi pertimbangan saat pengambilan gambar nantinya. Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dengan memastikan tubuh Anda dalam kondisi yang baik dan rambut Anda rapi. Jangan lupa untuk menyesuaikan dress code dengan gaya dan selera Anda.

Tips untuk membuat foto buku pernikahan Anda terlihat bagus

Agar foto-foto di buku pernikahan keluar dengan baik, Anda perlu lebih banyak sentuhan dan Anda tidak boleh mengambilnya secara membabi buta. Seperti yang Anda ketahui, lokasi foto saja harus bagus agar hasil jepretan akhir memuaskan.

Secara khusus, fotografi membutuhkan keterampilan tingkat lanjut fotografer untuk membuat foto buku pernikahan terlihat menarik. Untuk hasil yang maksimal, Anda bisa datang ke studio foto bersama pasangan. Saya mendapatkan pelayanan dan hasil yang memuaskan disana.

Baca Juga :  Buruan daftar Program Indonesia Pintar (PIP) BLT untuk Siswa SD/SMP/SMA

Pasalnya studio tersebut sudah memiliki lokasi syuting sendiri, sehingga background, lighting dan kualitasnya terjamin. Saat memotret, Anda dapat menerima panduan tentang posisi tubuh, pakaian yang rapi, dan bahkan pemandangannya.

Ada juga langkah-langkah pengeditan untuk memaksimalkan foto Anda. Dari semua pelayanan yang ada, foto harus dalam kondisi baik. Padahal, karena cetakan sudah lama digunakan, kualitas juga harus diperhatikan.

Penggunaan kertas foto memiliki aturan tersendiri: bentuk DOFF atau laminasi. Kertas ini sangat bagus karena dapat menjaga kualitas gambar dalam waktu yang lama. Laminasi tidak luntur dan tidak menggores kertas.

Persyaratan pernikahan selain foto buku pernikahan

Penulisan ikrar nikah dan pencatatan nikah merupakan salah satu hal yang perlu Anda persiapkan saat ingin melakukan prosesi pernikahan. Cara melamarnya sangat sederhana. Anda hanya perlu datang ke KUA dengan membawa dokumen yang diperlukan.

Ada 4 jenis surat nikah.

  1. Surat Pengantar Nikah Kelurahan/Desa Dua Pasangan
  2. Fotokopi data diri seperti KK, KTP dan Akta Kelahiran
  3. 10 foto paspor dengan ketentuan di atas. Ukuran 2 x 3 tersedia dalam 8 pasang untuk pria dan wanita. Ukuran 4 x 6 adalah 2 untuk 2 pasang.
  4. Surat Rekomendasi KUA Nikah (Pengantin yang berasal dari luar tempat tinggal dan berencana untuk melamar di daerah lain)

Semua dokumen tersebut terlebih dahulu harus dibawa ke KUA untuk diproses dan diverifikasi sesuai dengan ketentuan Rukun Nikah. Nantinya, staf KUA tidak akan meminta bayaran kecuali jika pernikahan diadakan di luar KUA atau di luar jam kantor.

Setelah proses selesai, Anda hanya perlu menandatangani kontrak pernikahan untuk menjalin hubungan pernikahan. Tata cara perkawinan ini diatur dalam aturan perkawinan menurut departemen agama yang bersangkutan, sehingga semua daerah menggunakan sistem yang sama.

Jika ada perbedaan, kita bisa menyesuaikan sistem sesuai wilayah. Namun, perlu diingat bahwa foto paspor sangat penting dalam semua dokumen yang ada. Kegunaannya dibutuhkan sejak lama, yakni dalam pendataan pasangan dalam buku nikah.

Tanpa foto, tanpa data pribadi, akta nikah tidak akan diterima. Jadi, manfaatkan foto buku pernikahan Anda sebaik mungkin untuk memastikan hasilnya bagus dan tahan lama.


Klik dan dapatkan informasi tentang kos-kosan di sekitar Anda:

gulir biaya harga rendah

Rumah Kost Murah di Jakarta

Rumah kost murah di bandung

Rumah Kost Terjangkau di Bali, Denpasar

kost murah di surabaya

Rumah kost harga terjangkau di Semarang

kost malang harga murah

Rumah Kost Solo Terjangkau

Rumah Kost Terjangkau di Bekasi

kost murah