Dampak COVID-19 terhadap pariwisata di Indonesia

13 views

Indonesia terjangkit virus COVID-19 sejak 2 Maret lalu. Jumlah kasus terus bertambah hingga saat ini. Indonesia mencatat lebih dari 100.000 kasus positif hingga akhir Juli 2020 saja. Dengan jumlah kasus terkonfirmasi yang terus meningkat, pemerintah melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti menetapkan PSBB dan merekomendasikan telecommuting (WFH). wisata indonesia.

Dampak COVID-19 terhadap pariwisata di Indonesia
Dampak COVID-19 terhadap pariwisata di Indonesia

Dampak COVID-19 terhadap pariwisata di Indonesia

Sektor pariwisata sangat terpengaruh oleh pandemi ini. Jumlah wisatawan telah menurun tajam karena pintu keluar wilayah dan negara telah dilarang. Tingkat pendapatan di sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan mata uang asing bagi kedua negara juga terpengaruh. Berikut rangkuman dampak Covid-19. wisata indonesia.

  • Kerugian devisa di sektor pariwisata

Setelah tiga bulan pertama kasus, industri pariwisata Indonesia terus melemah. Menurut sambutan Menteri Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Pariwisata, Wishnutama, mata uang asing industri pariwisata kemungkinan akan menyumbang kurang dari setengah dari pendapatan mata uang asing tahun sebelumnya. Menurut catatan, devisa sektor pariwisata pada 2019 sebesar Rp 280 triliun. Diperkirakan juga jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia hanya 5 juta dari sebelumnya 16 juta.

  • Larangan kegiatan penerbangan komersial
Baca Juga :  Drama China Love in Shanghai Subtitle Indonesia

Larangan terbang untuk kegiatan komersial adalah salah satu langkah untuk mengurangi penyebaran virus ini. Namun, hal ini tampaknya membuat pergerakan wisatawan semakin berkurang. Turis tidak diizinkan untuk mengakses tempat itu wisata indonesia Seperti Raja Ampat, Bali, Pulau Komodo. Hal ini karena akses penerbangan ke Labuan Bajo dan atraksi lainnya hanya untuk keperluan bisnis (memerlukan bukti dokumen perjalanan). Pekerja sektor penerbangan juga terkena dampak dari pengurangan waktu penerbangan dan peraturan penutupan rute. Beberapa maskapai penerbangan menawarkan cuti yang tidak dibayar untuk memberhentikan karyawan.

Selain transportasi udara, mobilitas transportasi laut dan darat juga berkurang. Dalam beberapa kasus, kapal pesiar dan wisatawan angkutan laut tunduk pada kondisi tambat bersyarat, hingga larangan tambat di Indonesia, seperti yang terjadi di Sulawesi, Bali, Sabang, Surabaya, dan Labuan Bajo. Selain itu, PT KAI telah membatalkan beberapa perjalanan kereta api. Selain itu, waktu transit bus antar kota telah dipersingkat untuk menghindari risiko penyebaran. Di bisnis swasta seperti jasa travel dan rental mobil, pengusaha di berbagai destinasi wisata juga harus gigit jari. Dalam beberapa kasus disebutkan bahwa usaha rental harus menjual kembali kendaraannya untuk membayar cicilan.

Baca Juga :  Berikut adalah 14 cara mengunduh MP3 dari YouTube dengan cepat secara gratis.

beberapa wisata indonesia Akibat pandemi Covid-19, jumlah wisatawan mengalami penurunan. Tindakan penutupan meliputi Taman Wisata Candi Ratu Boko, Borobudur, Prambanan, Bali, Raja Ampat, Karangayar, Taman Nasional Komodo dan Malang. Penutupan juga berdampak pada masyarakat yang bergantung pada tempat wisata, termasuk pasar suvenir, restoran, hotel, dan biro perjalanan.

Di beberapa daerah, banyak pekerja pariwisata akhirnya diberhentikan karena tidak aktif selama epidemi. Juga, beberapa freelancer adalah pemandu wisata Atau pengemudi juga kehilangan sumber penghasilan. Di beberapa kebun binatang dan kandang, biaya operasional pakan ternak terus berjalan tanpa pemasukan, sehingga semakin menyulitkan beberapa pengelola.

Pemerintah mulai menyingsingkan lengan bajunya untuk merevitalisasi sektor ini. wisata indonesia. Pemulihan ekonomi ini adalah PSBB normal baru Mulai 1 Juni kemarin. Tolong tunggu sebentar. Kami berharap sektor pariwisata akan pulih seperti sedia kala.

Baca Juga :  Dapatkan Diskon Hingga $1.300 untuk Razer Blade 15 Dengan Penawaran Black Friday ini