Ciri-ciri Homo sapiens: Pengertian, Sejarah, Jenis, Warisan

13 views

Halo, selamat datang di pendidikanmu.com, web untuk pendidikan secara lengkap dan akurat. Manajer pelatihan saat ini ingin berbicara dengan Anda tentang materi. pandai? Pengelola Pendidikan akan membahas materi ini secara detail, meliputi pengertian, sejarah, jenis, dan peninggalan.

pandai

Definisi Homo sapiens

Homo sapiens berasal dari dua kata: “homo” yang berarti manusia dan “sapiens” yang berarti kecerdasan.

Orang-orang kuno ini disebut intelektual karena mereka dapat membuat alat yang digunakan dalam berburu dan mengumpulkan operasi dari batu dan tulang.


Sejarah Homo sapiens

Manusia purba, Homo sapiens, mengandalkan berburu dan makan makanan yang dimasak selama Zaman Batu muda (100.000 hingga 50.000 tahun yang lalu).

Homo sapiens adalah salah satu manusia terpintar dari semua jenis dan dapat membuat alat sederhana dari tulang dan batu yang digunakan untuk berburu dan alat pengolah makanan.

Meski hidup mengembara, mereka pandai atau pandai dalam beradaptasi dengan lingkungan yang ditemuinya.

Homo sapiens memiliki teknologi yang lebih maju dari manusia purba, Megatropus dan Pitecantropus.

Homo sapiens selalu merasa bahwa keterampilan menggunakan peralatan mereka telah meningkat. Mereka dipahat halus di batu dan terbiasa dengan seni membuat tembikar menggunakan meja bundar.


Kehidupan sosial homo sapiens

Seperti yang saya katakan sebelumnya, dia memiliki keterampilan tingkat lanjut, tetapi hidupnya masih sederhana. Ciri-ciri kehidupan sosial Homo sapiens adalah sebagai berikut.

  • Bertahan hidup dengan keterampilan berburu dan bertani
  • Hidup mulai menetap dan lebih jarang bergerak.
  • Berburu dengan batu tajam dan alat kayu
  • Alat sederhana dapat dibuat dari tulang dan batu untuk berburu atau mengolah makanan.
  • Mereka mulai menggunakan baju besi atau pakaian yang terbuat dari kulit binatang buruan.

Klasifikasi ilmiah Homo sapiens

Homo sapiens humanoid purba ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

  • Kerajaan: Animallia
  • Terlibat dalam: Chodata
  • Kelas: Mamalia
  • Komando: Primata
  • Sub Ordo: Haploini
  • Keluarga: Manusia dan
  • Subfamili: Homininae
  • radiasi
  • Genus: Homo
  • Spesies: Homo sapiens

Siri Siri Homo sapiens

Homo sapiens, meskipun sangat teknis, memiliki karakteristik fisik yang berbeda dari jenis manusia purba sebelumnya. Bentuk fisiknya dapat dilihat sedekat mungkin dengan manusia modern. Ciri-ciri fisik Homo sapiens adalah sebagai berikut.

  • dapat berdiri tegak dan berjalan
  • Ini memiliki volume pikiran 1650cc.
  • Saya memiliki bentuk wajah datar dan lebar.
  • hidung lebar
  • Ini memiliki busur dahi yang mencolok dan terlihat nyata.
  • Elemen mulut tidak terlalu terlihat
  • Ia memiliki ciri-ciri yang mirip dengan ras Mongoloid dan ras Austramelanosoid.
  • Ketinggiannya berkisar dari 1,30m hingga 2,10m.
  • Memiliki pikiran yang lebih berkembang daripada Megatropus atau Pithecantropus
  • Mengurangi otot pengunyah, gigi, dan rahang
  • punya dagu
  • kontraksi otot leher

Jadi, berdasarkan sejarah Homo sapiens, ciri fisik terpenting yang membedakan Homo sapiens dengan manusia purba sebelumnya adalah pikiran Homo sapiens cukup besar.


Jenis Homo sapiens

Homo sapiens dapat dibedakan menurut tempat ditemukannya fosil di Indonesia. Jadi, jenis Homo sapiens manusia purba ini dibagi menjadi tiga kategori:


1. Homo wazakensis

Fosil Homo wajakensis ditemukan pada tahun 1889 oleh Dr. Wajak, Jawa Timur. Eugene Dubois. Fosil manusia purba ini diperkirakan telah ada antara 15.000 dan 40.000 SM. Struktur tengkorak merupakan kebalikan dari struktur tengkorak Indonesia. Homo wajakensis mirip dengan penduduk asli Australia kuno.

Dr. Eugene Dubois berhipotesis bahwa Homo wajakensis adalah ras Australoid. Homo wajakensis memiliki nenek moyang langsung dengan orang Aborigin Australia. Manusia purba ini mulai menyebar ke elemen timur dan barat benua Australia. Rahang atas dan bawah yang ditemukan sangat mirip dengan manusia purba ras Australoid. Menurut pendapat para ahli, Homo wajakensis sebenarnya mirip dengan Homo Soloensis. Kedua jenis manusia purba ini berasal dari Pleistosen Tinggi dan dikelompokkan bersama. Ciri-ciri fisik inilah yang dekat dengan manusia masa kini.


2. Homo soloensis

Antara tahun 1931 dan 1934, para arkeolog bernama GHR Von Koenigswald, Oppenoorth, dan Ter Haar menelusuri fosil manusia purba di lembah Sungai Solo di Bengawan sekitar desa Nadong di wilayah Blorawa Sragen Jawa Tengah. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak, gigi, dan tulang rahang. Manusia purba ini diberi nama Homo soloensis. Homo soloensis ditemukan pada lapisan Pleistosen atas. Manusia purba ini diperkirakan hidup antara 900.000 dan 300.000 tahun yang lalu. Hasil kebiasaan yang ditemukan adalah kapak/kapak marjinal, alat serpih, dan alat tulang.

Manusia purba ini memiliki tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pitecantropus erectus. Menurut perkiraan, Homo soloensis merupakan evolusi dari Pithecanthropus mojokertensis. Namun, ada yang menulis untuk mengklasifikasikan manusia purba ini sebagai Homo neanderthalensis. Manusia purba ini termasuk dalam Homo sapiens Asia, Eropa dan Afrika.


3. Homo floresiensis

Homo Florensis juga dikenal sebagai Hobbit. Manusia purba ini kecil dalam tubuh dan pikiran. Tulang-tulang itu ditemukan pada 2001 di Liang Bua, Pulau Flores. Sembilan kerangka (berkode dari LB1 hingga LB9) ditemukan, membuat mereka setinggi manusia modern (sekitar 100 cm). Hasil ini kontroversial. Di antara banyak ciri Homo floresiensis, ukuran tengkorak dan tulang, kondisi kerangka yang tidak berfosil, temuan tulang binatang, dan alat-alat di sekitarnya menjadi penyebab kontroversi.


Peninggalan budaya Homo sapiens


1. Kapak Corong

Kapak corong adalah kapak perunggu dengan elemen atas berlubang berbentuk corong yang digunakan untuk memasukkan batang pohon.


2. Alat Serpihan

Serpihan ini digunakan sebagai pisau, mata panah dan alat pemotong. Alat ini berukuran 10-20 cm dan banyak ditemukan di gua-gua.

Alat ini ditemukan pada tahun 1934 oleh Von Keonigswald di Sangiran, Gua Lawa (Sampung, Ponorogo), Cabbenge (Sulawesi Selatan), Timor dan Roti.


3. Menetas

Kapak tangan ini memiliki format yang mirip dengan kapak benturan tetapi jauh lebih kecil daripada format kapak benturan.

Alat ini digunakan dengan teknik grip pada sisi yang lebih kecil. Hampir setiap bagian nusantara memiliki kapak portabel ini.


4. Kapak Persegi

Seorang peneliti bernama Von Heine Galdern sedang mengerjakan sebuah kapak persegi.

Dia kadang-kadang mendengar penampang balok yang berbentuk persegi panjang atau trapesium dan menamakannya kapak persegi.

Kapak persegi sangat estetis dan terbuat dari batu estetik yang dibuat dengan hati-hati.

Artinya benda tidak dibuat untuk bekerja, melainkan hanya dapat dijadikan sebagai simbol kebesaran, jimat, alat ritual, atau alat tukar (barter).


5. Alat Tulang / Tanduk Runcing

Alat tulang atau tanduk runcing adalah alat yang terbuat dari tulang binatang untuk pedang, keris dan tombak yang banyak ditemukan di Ngandong (Ngawi, Jawa Timur).


6. Nekara

Nekara adalah gendering besar yang terbuat dari bahan perunggu, elemen tengah adalah pinggang dan elemen atas tertutup. Nekara sering digunakan sebagai barang upacara. Hal ini dapat dilihat pada dekorasi di dinding negara.

Nekara ini banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Bali, Pulau Sangan, Sumbawa, Loti, Leti, Selayar, dan Kepulauan Cay. Nekara yang lebih besar ditemukan di Bali dan yang lebih kecil dan ramping ditemukan di pulau Alor.

Selain akibat dari kebiasaan tersebut, ada pula produk budaya lain dari jenis Homo sapiens purba: Bache Courte, Flakes, Bronze Bowl, Sumatran Pabble, Stone Axes, dan Bronze Trinkets. marmer..


Oleh karena itu, diskusi tentang Ciri-ciri Homo sapiens: Pengertian, Sejarah, Jenis, Warisan dalam pendidikanmu

Kami harap ini membantu pembaca kami. :)

Artikel berita lainnya:

Baca Juga :  Spesifikasi dan Harga Asus Vivobook A516JP FHD5121