Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho Chapter 01 Part 1 Bahasa Indonesia

Baca Komik Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho Chapter 01 Part 1 Bahasa Indonesia

Ayo Baca Light Novel Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho Chapter 01 Part 1 Bahasa Indonesia dengan judul . Di Waifuku, kalian bisa membaca komik Magic Book to Start from Zero ch terbaru indo karena di sinilah tempat terbaik untuk membaca Light Novel Magic Book to Start from Zero terbaru. Jangan lupa ya, minggu depan komik Magic Book to Start from Zero akan rilis kembali jika komiknya masih ongoing. Disinilah tempat terbaik membaca komik Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho karena iklan kami sedikit. Baca Dan Download Light Novel "Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho" Chapter 01 Part 1 Bahasa Indonesia Terbaru Dan Lengkap Light Novelku, Light Novelkita, Light Novelshiro, Light Novelcan, neuLight Novel, pecintakomik. Jangan lupa ya, minggu depan komik Magic Book to Start from Zero akan rilis kembali jika komiknya masih ongoing.

Baca Light Novel Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho 01 Part 1

Komik Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho Chapter 01 Part 1 -

Gambar dibawah merupakan komik Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho chapter 01 Part 1 indo dengan judul , komik Magic Book to Start from Zero baru saja rilis pada tanggal di Waifuku. Mengenai info chapter selanjutnya silakan kunjungi Fanspage Waifuku dan bertanya pada adminnya. Jangan lupa tetap dukung Waifukudengan cara like fanspage kami dan bantu share Website kami agar komik Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho tetap update di Waifuku, kecuali komiknya sudah tamat.

(Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho)
Volume 01 Chapter 01 Part 1 – Sang Penyihir dan Fallen Beast
Bahasa Indonesia


Hari ini, kuucapkan selamat tinggal pada kegelapan yang pekat.

Matahari musim panas itu sangat menyilaukan, jadi aku menarik tudungku dengan kuat ke atas kepalaku, untuk melindungi mataku.

Aku tak terbiasa dengan sinar matahari.

Namun, melihat awan yang melintasi langit biru, langit tak berujung dan kelembapan hutan yang nyaman ini sangat menyegarkan.

Inikah dunia luar itu, huh? Kupikir. Ini semua tampak seperti gambar di buku, kecuali warna-warna tak jelas ini yang jelas tak bisa ditiru siapapun, juga semua pergerakan yang terjadi.

Serangga-serangga berterbangan. Burung-burung berkicau. Hewan yang sedang berlarian. Melihat ini semua, tanpa kusadari aku sudah berjalan cukup jauh dengan kaki telanjang. Sangat nyaman berjalan pada tempat lembab seperti ini, dedaunan yang jatuh. Tapi cukup sakit saat aku berjalan melalui kerikil, ranting, dan puing-puing lainnya.

Aroma kotoran yang basah, daun yang hancur, dan buah yang membusuk terkumpul bersama dan menciptakan bau aneh yang menyatu dengan udara.

Aku kembali melirik gua.

Sungguh kegelapan yang nyaman dan tenang. Aku merasakan sedikit nostalgia, tapi aku sudah menunggu terlalu lama.

Aku menyudahi urusanku dengan buku, juga menyudahi perdebatan yang tak terselesaikan itu. Rasanya seperti aku sudah tinggal di situ selama satu abad saja. Kupikir aku bisa menghabiskan waktu keabadianku disana.

Tapi aku sudah lelah dari semua itu. Aku tak bisa menunggu lebih lama.

“Aku pergi, Thirtheenth”

Setelah mengatakan keputusanku, aku merasa seolah beban di pundakku sudah terangkat.

Aku mengangkat jari dengan telapak tanganku ke langit, kemudian menunjuk pintu masuk gua.

Mulut gua mulai mengeluarkan suara dan runtuh, menjadi puing-puing kecil.

Membayangkan ekpresi cemberut Thirtheenth. Membuatku tertawa.

Beberapa saat kemudian, ketika aku berjalan di hutan, aku menyebrangi sebuah sungai kecil. Itu adalah sungai yang kecil yang pernah kulewati sebelumnya. Sangat aneh. Bagaimana bisa aku menyebrangi sungai yang sama ketika aku sama sekali tak berbalik arah?

Aku mengerang, dan melompat menyebrangi sungai lagi. Ketika aku berbalik untuk memeriksa, aku tak bisa menemukan sungai yang baru saja kusebrangi.

“Sebuah Barrier? Sungguh orang pintar yang tak bersahabat. Sejak awal dia tahu bahwa aku akan mengingkari janjiku….”

Aku telah berjanji untuk menunggu. Aku sudah berencana menepatinya, tapi ini semua kesalahannya karena sudah membuatku menunggu terlalu lama. Aku sudah lama menunggu disana. Aku sudah menunggu sendirian terlalu lama.

Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku merenung untuk beberapa waktu. mengucap mantra dengan cepat, aku mengayunkan tanganku melalui udara–

“The Book of Harvesting, ayat delapan : <<KUDOLA>>!”

Tiba-tiba, raungan menggelegar di seluruh udara, dan sebagian dari hutan pun tertiup dan menghilang.

– Beberapa hari telah berlalu.

•••••

Aku (1) sudah terlalu sering melihat senja yang mempesona dari hutan.

Sinar matahari musim panas sudah melemah, dan itu berarti musim gugur sudah dekat.

Hutan itu menjadi gelap gulita ketika matahari terbenam di bawah tingginya pohon. Ketika hutan dipenuhi cahaya senja seperti ini, para pejalan kaki akan bersiap-siap bermalam. Kemudian mereka memadamkan api unggun mereka, menyelimuti diri dengan jubah mereka, dan menunggu cahaya matahari untuk kembali ke hutan yang gelap ini.

Sore ini, di hutan dengan mataku yang sakit karena sinar matahari, aku berlari demi hidupku.

Pesona hutan dikala senja? Hidupku dalam bahaya! Memotong jalan melalui semak-semak dan ranting dalam pelarianku, aku meluncur dibalik pohon besar dan berhenti sejenak untuk menarik nafas. Kemudian—

“The Book of Hunting, Ayat keempat –<<Redæst>>!

Beberapa pohon yang kokoh hilang tertiup angin, disertai oleh suara ledakan. Aku terlempar ke samping dan jatuh ke tanah.

Ledakan apa itu–? apakah ada bahan peledak disekitar sini?

Aku baru saja diserang oleh sesuatu yang tak kumengerti, jadi aku tak punya pilihan selain tetap berlari.

Sial, Sial, Sial!

Mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat di belakangku, aku segera bangkit dan berlari menjauh sambil menahan emosi, suara yang aneh bernada tinggi berteriak. Gendang telingaku agak rusak karena ledakan tadi, sehingga suara yang ada disekitarku terasa teredam. Kurasa keseimbanganku juga mulai rusak, sehingga setiap aku mengambil langkah lututku seperti gemetar.

Tapi ini bukan waktunya untuk istirahat.

Tak diragukan lagi aku akan mati jika aku berhenti berlari.

Mungkin aku akan dipenggal, kemudian dikuliti, dan aku akan disimpan untuk dijadikan dekorasi. Aku tidak tau apakah yang mengejarku ini seorang bandit atau seseorang yang menginginkan kulitku, tapi aku yakin itu bukanlah orang yang tenang dan ramah.

Berlumpur, dataran hutan yang lembek dan dipenuhi akar membuatku sulit berlari. Panas matahari yang murni berlalu, menyengat pipiku karena tertusuk ke pohon dan menghilang.

(TL NOTE: saya gagal paham sama kalimat di atas…..)

Aku akhirnya tahu siapa yang menyerangku.

Oh, Sialan, Sialan-!

“Persetan denganmu, Witch! sebaiknya kau bunuh diri saja! Aku tidak terlahir untuk menjadi tumbalmu!”

Ada rumor yang berkata bahwa Witch di negara ini memakai ilmu sihir yang tak pernah diketahui sebelumnya.

Aku telah meragukannya, tapi jika seseorang telah menunjukan panah-panah cahaya seperti ini, tentu saja aku mulai percaya.

Ini adalah skenario terburuk, musuhku adalah–Witch.

Sebenarnya aku merasa lega aku tahu siapa yang menyerangku setelah semua ini, tapi kenyataannya aku berada dalam suasana yang lebih berbahaya. Aku berlari dengan panik.

Tiba-tiba, kakiku tersangkut sesuatu– akar pohon.

Kumohon,setidaknya biarkan aku mendarat dengan mulus, atau biarkan aku mendarat di sungai.

Berdoa kepada dewa, yang tak ada yang tahu seberapa banyak orang yang mempercayainya, aku terjatuh ke tanah.

Aku masih beruntung karena tempat aku terjatuh tak begitu tinggi……tapi sangat disayangkan tempat aku mendarat bukanlah sungai tapi tempat dimana seorang pengembara yang sedang mengaduk sepanci rebusan makanan.

–Yang benar saja, betapa sialnya aku.

Bukan, yang paling tidak beruntung adalah pengembara yang baru saja kuratakan. Berjubah dari kepala sampai kaki, pengembara tersebut tampak begitu ramping dan rapuh. Dibandingkan orang ini aku seperti raksaksa.

Maaf, kumohon maafkan aku. Jika kau hancur dan mati, aku akan menggalikan kuburan untukmu. Jika aku punya waktu luang, mungkin.

Momen berikutnya, aku menghantam tanah dan jungkir balik sebagai bayarannya perutku merasakan rasa sakit seperti mau meletus.

“Ah,A….Aaaaaah!”

Dari dekat terdengar suara jeritan penuh keputusasaan.

Sepertinya pengembara itu entah bagaimana berhasil menghindariku yang terjun secara tiba-tiba dari tebing, tapi dia mengorbankan supnya untuk itu. Aku minta maaf.

Sambil mengerang, aku bangkit ketika pengembara bergetar dan meraih leherku dan kembali bergetar lagi dan seperti itulah.

“Kau bajingan! beraninya kau menumpahkan sup yang sudah kubuat?! apa kau tahu berapa lama aku memasaknya!? Ini benar-benar tak ada bandingannya dengan binatang liar sepertimu! Beraninya kau-!”

“T-t-tunggu, tunggu, tenanglah! aku benar-benar minta maaf, tapi ini bukan waktunya untuk marah-marah!”

“Ini…bukan waktunya untuk marah? Apa ada masalah yang lebih penting dari supku–”

“Awas, bodoh!”

Setelah berteriak, aku langsung melindungi pengembara itu dengan tubuhku, kami berdua rata dengan tanah. Tapi itu hanya sesaat, sebuah petir dengan suhu panas melalui kepala kami.

“…..Aku paham, jadi disini muncul masalah yang lebih besar”

“Baguslah kau bisa mengerti dengan cepat, ayo pergi!”

Aku meletakkan pengembara itu dipundakku dan berlari. Aku bertanya-tanya sebenarnya kenapa aku membawa orang ini bersamaku.

“Hey, kenapa kau membawaku bersamamu?”

Sepertinya beban yang ada dibahuku ini juga memikirkan hal yang sama. Kami mulai akrab, bukan begitu, pengembara? aku berpikir sejenak.

“Terjadi begitu saja!”

Aku menjawab dengan jujur. Tapi, di belakang, meninggalkan beban ini di belakang sebenarnya adalah pilihan yang cerdas.

Apa sudah terlambat untuk berubah pikiran?

“Kau…kau sedang dikejar,bukan?”

Tanpa mendengar pikiranku yang ingin ‘Berkhianat’, beban di bahuku akhirnya tahu apa yang sedang terjadi. Orang lain akan segera datang menangkap kami.

“Mungkin kau tidak tahu, tapi ada seseorang yang mencoba membunuhku!”

“…apa yang sudah kau lakukan?”

“Aku tak melakukan apapun! Dia hanya ingin mengorbankanku- Fallen beast!”

Aku tak tahan dengan nadanya yang terdengar mencela, sehingga aku benar-benar meraung.

Fallen beast adalah setengah manusia, setengah binatang buas, jadi disebut sebagai monster. Tak ada yang tahu mengapa, tapi monster dengan tubuh hewan, sepertiku, terkadang terlahir dari orang tua yang normal.

Para penyihir menginginkan fallen beast untuk alat berlatih sihir. Akibatnya, aku dihargai oleh orang-orang yang ingin menjual kepalaku kepada penyihir. Tentu saja, oleh para penjahat.

Serangan pertama datang ketika aku masih berumur tiga belas tahun– dengan kata lain, itu adalah salahku sehingga para bandit menginvasi desaku. Saat itu aku masihlah anak kecil yang lemah, jadi aku tak bisa melindungi desaku dari para bandit yang bersenjata.

Aku masih bisa bertahan hidup, pada usia tiga kehidupan manusia.

Jadi aku, seperti para Fallen Beast yang lain, meninggalkan rumah dan bergabung dengan tentara bayaran. Untuk menghindari para penjahat, aku harus menjadi salah satu dari mereka. Sejak saat itu, aku sudah bertempur di berbagai medan perang negara dengan nekat.

Tentara bayaran yang mencintai peperangan. Mereka disewa oleh orang yang menjadi dalang konflik, dan berjuang sampai mati dengan tentara bayaran yang disewa oleh pihak yang lain lagi. Apakah itu perang antar kerajaan, perang antara fiefdoms, atau perseteruan antara klan kecil menyedihkan yang memperebutkan wilayah. Tapi bahkan sebagai orang yang berpartisipasi dalam pertempuran berdarah; tentara bayaran tak pernah kekurangan kesempatan kerja.

Diantara tentara bayaran, Fallen beast adalah pejuang yang terbaik, sehingga mereka selalu disewa dalam konflik peperangan. Berkat ini, satu atau yang lain, mereka tidak cocok bertempur secara berkelompok, dan mampu bertarung secara bebas.

Sebaliknya, harus kukatakan bahwa Fallen Beast tidak diperbolehkan hidup dengan cara yang lain.

Tak peduli negara manapun, kota manapun, desa manapun; mereka tidak menerima Fallen Beast.

Bahkan gereja memperlakukan kami sebagai makhluk yang keji, jadi untuk manusia normal, tak ada cara untuk kami dipandang secara normal, melainkan sebagai makhluk yang menyeramkan.

Selanjutnya, karena keinginan para penyihir untuk kepala Fallen Beast, para perampok telah mengambil inisiatif, menyergap Fallen Beast. Tapi, ini adalah pertama kalinya aku diserang secara langsung oleh penyihir. Sepertinya aku sudah cukup beruntung selama ini.

Hanya saja aku berfikir bahwa penyihir bukanlah apa-apa selain pengendali boneka yang berbahaya sebelumnya, tapi hari ini dan seterusnya, aku akan menganggap mereka sebagai ancaman yang nyata.

Tapi untuk saat ini, aku hanya perlu fokus dalam pelarianku.

Memeik– suara decitan menggema melalui udara; aku segera merunduk dibalik pohon. Sebuah busur cahaya menusuk batang pohon itu, hingga retak dan roboh.

“Sial– bagaimana dia bisa melakukan hal seperti itu sih?! Sejak kapan penyihir bisa menggunakan ilmu sihir busur cahaya semi-otomatis?!”

Aku pernah mendengar bahwa penyihir mampu melakukan hal yang mustahil dengan ilmu sihir, tapi ini di luar imajinasiku. Mengutuknya, aku mulai berlari lagi.

Aku tidak begitu berpengalaman soal penyihir dan sihir, tapi semua orang tahu apa yan dibutuhkan penyihir untuk menyelesaikan ritual sihirnya. Setelah menyelesaikan ritual yang memerlukan berbulan-bulan untuk diselesaikan, penyihir akan mendapatkan kekuatan yang mampu dengan mudahnya menyapu sebuah negara. Ada banyak cerita heroik mengenai kesatria gereja yang mengalahkan penyihir sebelum mereka menyelesaikan ritualnya.

Berlatih ilmu sihir memerlukan banyak waktu, jadi penyihir selalu mengurung mereka di sarang mereka sendiri, dan mengandalkan banyak antek sementara mereka fokus dengan ritual mereka. –Setidaknya, seperti itulah yang kupikirkan mengenai cara kerja penyihir.

Tak ada apapun yang kuketahui yang bisa menjelaskan bagaimana penyihir ini memiliki kemampuan untuk menembakan busur cahaya yang cepat dan, tanpa mesiu, meledakkan pohon besar.

Aku sangat bingung. Bagaimanapun, aku tidak akan hidup cukup lama untuk mengetahui jawabannya kecuali jika aku terus berlari.

“Apakah itu ‘staim’?”

Tanpa diduga-duga, beban di bahuku mengatakan sesuatu.

Mengabaikannya, aku terus berlari sampai ia mulai mengetuk kepalaku.

“Hei, apa kita benar-benar harus terus berlari?”

“Tentu saja, sialan! aku akan mati jika berhenti!”

“Itu tidak benar. –baiklah, biarkan aku turun”

Dan kemudian, tanpa simpati, aku melemparkan beban di pundakku ke samping. Dia mengatakan padaku untuk menurunkannya, jadi aku tak punya kewajiban lagi untuk membawanya bersamaku. Perpisahan, pengembara. Aku akan terus hidup.

Aku telah terjatuh ke tanah ketika aku baru saja melangkahkan kakiku beberapa langkah.

“Sial…itu benar-benar sakit”

Mengerang, aku entah bagaimana berhasil menengok ke atas. Aku tak percaya dengan mataku sendiri.

Menjerit dan terkejut, penyihir yang menyerangku menenggelamkan tanah, menenggelamkan pohon, dan tanah di sekelilingnya meninggi dan membentuk dinding tanah yang kotak. Dan mereka semakin luas.

Tag: Baca Light Novel Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho Chapter 01 Part 1 Bahasa indonesia, baca komik Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho chapter 01 Part 1 bahasa indo, Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho chapter - 01 Part 1 , Magic Book to Start from Zero chapter 01 Part 1 indo, chapter 01 Part 1 Light Novel Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho sub indonesia, komik Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho chapter 001 Part 1 indo sub. Author:

Series yang Mirip dengan Zero Kara Hajimeru Mahou no Sho - 01 Part 1

hajimete-no-gal

Hajimete no Gal

Musim semi. "Musim cinta" telah tiba dan tampaknya menemukan pacar untuk dirinya itu lebih sulit daripada yang Junichi percaya. Untuk mematahkan statusnya yang jomblo saat ini, teman Junichi memaksanya untuk menembak seorang gyaru, Yame Yukana. Namun, segala sesuatunya tidak bejalan dengan baik seperti yang dia harapkan. Serangkaian "pengalaman pertama" dimulai!
fairy-tail

Fairy Tail

Fairy Tail adalah dunia yang penuh dengan mantra sihir, kucing terbang, dan es penyihir pamer! Kami perjalanan ke tanah Fiore, di mana kita tersandung pada Fairy Tail; guild penyihir dengan orang-orang yang paling keterlaluan dan menarik Anda dapat menemukan. Fairy Tail sedang mencoba untuk memberitahu kami: Jika tidak ada kerabat dekat dari kata-kata di dunia, maka bagaimana dengan perusahaan teman-teman di samping? Meskipun kami mencari ke ujung dunia, tetapi jika lampiran tidak dapat disimpan, langkah-langkah kelelahan tidak akan berhenti.
tales-of-demons-and-gods

Tales of Demons and Gods

Nie Lie, Demon Spiritist yang terkuat dikehidupan masa lalunya yang berdiri di puncak dunia persilatan, namun dia kehilangan nyawanya saat pertarungan dengan Sage Emperor dan keenam dewa berperingkat binatang, jiwanya kemudian terlahir kembali saat dia masih berumur 13 tahun. Meskipun dia yang paling lemah di kelasnya dengan bakat terendah hanya diranah Red soul, tapi dengan bantuan pengetahuan yang luas yang dia akumulasi dari kehidupan sebelumnya, dia terlatih begitu cepat dari pada siapapun. Mencoba untuk melindungi kota di masa mendatang sedang diserang oleh binatang dan akhirnya hancur, serta melindungi kekasihnya, teman-temannya dan keluarganya yang meninggal karena serangan binatang. Dan untuk menghancurkan keluarga Sacred yang meninggalkan tugas mereka dan kota yang dikhianati dalam kehidupan masa lalunya.
kuzumi-kun-kuuki-yometemasu-ka-1

Kuzumi-kun, Kuuki Yometemasu ka?

Erika Sakura, Seorang cewek SMA yang sangat populer. Tetapi, belakangan ini dia tertarik dengan seorang lelaki yang tidak peka, Kuzumi. Cintanya yang tak terbalas akan berubah menjadi romansa yang kocak, meskipun kecocokan mereka mungkin tidak ada. Ayo ikuti perjalanan kisah cinta mereka!
yasashii-sekai-no-tsukurikata

Yasashii Sekai no Tsukurikata

Yuu Tomonoga adalah seorang jenius yang diterima ke sebuah universitas Amerika pada usia muda 13 dan kemudian diterima dalam program pascasarjana universitas. Sayangnya, ia kehilangan dana untuk penelitian, tetapi memutuskan untuk putus dan melanjutkan penelitian sendiri. Ia melakukan perjalanan kembali ke Jepang dengan harapan mendapatkan dana, tapi ia dengan cepat kehabisan uang untuk hidup sehari-hari. Untungnya, ia mendapat telepon dari seorang teman lama dan menerima tawaran untuk mengajar di sebuah sekolah khusus perempuan.
magika-no-kenshi-to-basileus

Magika no Kenshi to Basileus

Sejajar dengan dimensi kita adalah dunia yang penuh dengan sihir, rumah bagi sejumlah makhluk mistis dan kekuatan fantastis. Manusia telah belajar untuk memanfaatkan kekuatan ini dan melahirkan entitas yang dunia untuk melakukan penawaran mereka melalui kekuatan "menegor." dunia kita tidak pernah sama. Lima belas tahun kemudian, Kazuki Hayashizaki dipilih sebagai summoner pria pertama. kehadirannya di kelas summoner semuanya perempuan, bagaimanapun, adalah bertemu dengan oposisi-dan tidak begitu kuat dibandingkan dari adiknya sendiri, pendekar paling terampil sekolah. Sebagai Kazuki robek antara jalan pedang dan dunia memanggil, dia bisa mengatasi kesulitan dan belajar untuk memanfaatkan kekuatan barunya?
TOP